• Korewa zombie desuka
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.

Kesedian Bukan Jalan Yang Terbaik Part 1

  • 16.50
  • 0 komentar


Kesedian Bukan Jalan Yang Terbaik

Pada suatu hari, hiduplah seorang anak yang bernama AAR yang berkeinginan untuk kuliah. Dia kuliah di Politeknik Negeri Banyuwangi, salah satu Politeknik Negeri di Banyuwangi. Kesenangannya mulai memuncak sejak dia mendapatkan banyak teman dikuliahnya, dia mengambil jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak (TPHT). Teman-temannya sangat menyukai tingkah laku yang begitu lucu dan idiot, sampai-sampai dia hampir terkenal diseluruh jurusan yang lainnya.
Hari demi hari sangat banyak teman yang melingkari dirinya dan sangat dibutuhkan oleh temannya yang banyak, karena dia suka membantu temannya yang begitu baik. Pada waktu acara pertunjukan seni dikuliahnya, dia di undang mengisi acara tersebut dan dia berkata “apa yang harus lakukan?”. Dia berpikir dengan begitu tenang di sebuah tempat sejuk di kuliahannya, dan pada akhirnya dia pun mencoba melakukan yang terbaik.
Dia pun mulai berlatih sekuat tenaga untuk mencapai hasil yang terbaik. Satu bulan kemudian, pertunjukan seni pun dimulai. Pada saat dia tampil banyak yang mensorakinya, dia pun begitu senang melihat mereka senang. Tidak lama kemudian banyak yang memujinya, dia sangat senag sekali.
Pada suatu ketika ada salah satu teman sejurusannya yang susah dan senang bersamanya. Dia adalah teman seperjuanganya pada waktu mau masuk ke Politeknik Negeri Banyuwangi. Si AAR sangat senang bersama teman yang satu ini, membuanya begitu gembira. Tetapi waktu berkehendak lain, teman seperjuangannya ini sudah tidak bersamanya kembali ketika dia sudah mendapatkan beasiswa.
Biasanya berangkat dan pulang bareng sekarang tidak bersama. Waktu ke waktu dia menjalani hidup dengan sabar, temannya hanya sekedar menyapa dan tidak mau peduli. Tetapi dia tetap senang karena temannya bisa beli sesuatu yang dibutuhkannya meskipun dia teracuhkan. “Hidup ini begitu kejam, ternyata teman yang baik belum tentu yang terbaik” kata dia.
Pada saat itulah dia begitu sepi, teman di kostsan pun sudah pergi satu per satu. Kesediannya mulai bertambah tanpa seseorang yang menghampirinya. Dan kesedian selalu menimpanya di setiap harinya, teman-teman yang memujinya lama-lama sudah mulai bosan dan menjauhi dirinya. Dia berkata “Apa salahku, apakah mereka tidak suka dengan apa yang aku lakukan dengan hobi seniku ini?”.
Hidupnya penuh dengan penderitaan dan mulai terpaku bagaikan batu. Seiringnya penderitaan datanglah temanya dari teknik mesin dan manajemen bisnis pariwisata yang menerimanya apa adanya, dia begitu senang ternyata didunia ini ada orang yang tulus menerimanya apa adanya.
Dia sangat bersyukur sekali kepada Tuhan Y.M.E. dan berdo’a kepada-Nya, bahwa dia berkeinginan untuk jadikan teman ini menjadi orang yang terbaik untuk membatu di masa yang akan datang. Dia sadar bahwa kesedian bukanlah salah satu jalan yang terbaik untuk menghadapi hidup yang kejam ini, tetapi bangkitlah menata hidup dengan gembira dan tetap bersikap ramah pada orang lain meskipun mereka tidak menyukai dirinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Eucliwood hellscythe Theme | Copyright © 2012 Airul Alrizal Rofiqi, All Rights Reserved. Design by Djogzs, | Johanes djogan